Kamerun yang setahun lalu bermaterikan deretan pemain bintang tanpa
motivasi, kini menahbiskan diri menjadi juara Piala Afrika 2017. Semua
berkat tangan dingin pelatih berpaspor Belgia, Hugo Broos.
Kamerun merebut titel kelima di Piala Afrika usai menang 2-1 atas
Mesir pada laga final di di Stade d’Angondje, Libreville, Senin (6/2)
dini hari WIB. Hasil ini membawa Kamerun meninggalkan Ghana sebagai pengoleksi gelar terbanyak kedua di ajang Piala Afrika.
Bagi Kamerun, kemenangan kali ini sekaligus membalas kekalahan dari
Mesir pada partai final Piala Afrika 2008 di Ghana. Meski begitu,
Kamerun belum mampu mengejar koleksi gelar Mesit sebagai penguasa Piala
Afrika dengan total 7 trofi dari 9 kesempatan ke final.
Gelar ini sekaligus menjadi bukti tangan dingin pelatih Hugo Broos,
yang menyulap Kamerun dari tim tanpa motivasi, menjadi pasukan singa
yang sulit dikalahkan dan haus kemenangan, sesuai julukan mereka The
Indomitable Lions.
“Memang benar ketika datang ke Kamerun setahun yang lalu, saya
menemukan sekelompok pemain yang tidak termotivasi. Jadi saya harus
mengubah itu,” ucap Broos.
“Mereka datang tidak demi bermain untuk tim nasional, tetapi karena
mereka diwajibkan. Karena pelatih meminta mereka untuk datang. Jadi,
saya mengubah komposisi dan menaruh beberapa pemain muda lalu kami mulai
melakukan pekerjaan yang baik,” imbuhnya.
Kemenangan di Gabon bukan target puncak Kamerun. Mereka merasa masih
bisa lebih baik dan mengejar target yang lebih tinggi, yaitu berprestasi
di Piala Dunia 2018.
“Kami memiliki tim yang masih belum pada tingkat tertinggi. Kami bisa
lebih baik, saya pikir ini hanya awal. Ini bukan sekelompok pemain
sepak bola, ini adalah teman bermain. Itu sebabnya para pemain di bangku
cadangan terus memotivasi. Melawan Senegal, melawan Ghana dan hari ini
melawan Mesir, semua pemain membuat perbedaan,” urai pelatih asal Belgia
itu.
“Apa yang benar-benar penting bagi saya adalah hasil. Saya senang
bahwa kami telah memenangi trofi ini. Menunjukkan bahwa kami telah
bekerja dengan baik – terutama selama bulan-bulan terakhir,” pungkas
Broos.
London, – Arsenal dikatakan telah
membuat kesepakatan bersama bek Roma Kostas Manolas, dimana mereka akan
bergerak pada musim panas dengan nominal sekitar 55 juta Euro. The Gunners dikatakan dalam pencarian untuk memperkuat lini
belakang mereka dan bisa mengikat kesepakatan hari ini dengan Manolas,
dimana setelah itu akan meninggalkan pemain tetap bersama Giallorossi sebagai pinjaman hingga akhir musim.
Pergerakan Arsenal terhadap Manolas dipercaya karena usia
Laurent Koscielny sudah mencapai 31 tahun dan Per Mertesacker 32 tahun,
dimana Arsene Wenger butuh sosok baru yang masih muda
Pemain berusia 25 tahun itu telah gagal menyepakati kontrak baru dengan Roma, dan peluang itulah yang dilihat oleh Arsenal.
Chelsea sendiri juga dikabarkan tertarik untuk mengamankan tanda
tangan Manolas, namun laporan terbaru menunjukkan bahwa pindah ke Stadion Emirates lah yang paling besar kemungkinannya.
Dalam hal ini, Wenger diyakini ikut turun tangan guna memberikan kepercayaan lebih kepada Manolas untuk bermain di Liga Premier.